Jumat, 05 Januari 2018

Makalah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Masalah kekurangan konsumsi pangan bukanlah hal baru, namun masalah ini tetap aktual  terutama di negara-negara berkembang  seperti halnya Indonesia.Kehidupan manusia tak dapat dipisahkan dari masalah kekurangan konsumsi pangan , sehingga kita sering menemukan ketidak mampuan masyarakat dalam hal pengelolaan makanan yang baik sesuai dengan standar gizi kesehatan.
Salah satu upaya yang mempunyai dampak cukup penting terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah peningkatan status gizi yang merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas hidup dan produktivitas kerja.
Masalah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) khususnya Gondok telah lama dikenal di Indonesia.Hal ini terlihat dari adanya patung-patung tokoh pewayangan yang ditampilkan dengan leher yang membesar karena Gondok.Tidak hanya dalam pewayangan dalam kehidupan nyatapun di beberapa daerah dengan mudah dapat di jumpai penderita Gondok.
GAKY merupakan salah satu permasahan gizi yang sangat serius, karena dapat menyebabkan berbagai penyakit yang mengganggu kesehatan antara lain ; Gondok, Kretenisme, Reterdasi Mental dll.
Dari pemaparan diatas dapat diketahui bahwa pengaruh/dampak GAKY begitu luas, sejak masih dalam kandungan, setelah lahir sampai dewasa. Yang sangat menghawatirkan  akibatnya pada susunan syaraf pusat, karena akan bepengaruh pada kecerdasan dan perkembangan sosial masyarakat dikemudian hari    

1.2.  Tujuan
Untuk mengetahui pengaruh dampak kekurangan Yodium terhadap tumbuh kembang anak..

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi
Gizi adalah zat-zat yang diperoleh dari bahan makanan yang mempunyai nilai sangat penting untuk dikonsumsi oleh tubuh.
Garam Beryodium adalah suatu garam yang telah diperkaya dengan KIO3 (Kalium Iodat) sebanyak 30-8- ppm
GAKY merupakan suatu masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan Yodium, akibat kekurangan Yodium  ini dapat menimbulkan penyakit slah satu yang sering kita kenal dan ditemui dimasyarakat adalah Gondok.

2.2. Gejala
Gejala yang sering tampak sesuai dengan dampak yang ditimbulkan , seperti
-         Reterdasi mental
-         Gangguan pendengaran
-         Gangguan bicara
-         Hipertiroid (Pembesaran Kelenjar Tiroid/Gondok)
-         Kretinisme biasanya pada anak-anak

2.3. Klasifikasi
1.      Grade 0 : Normal
Dengan inspeksi tidak terlihat, baik datar maupun tengadah maksimal, dan dengan palpasi tidak teraba.
2.      Grade IA
Kelenjar Gondok tidak terlihat, baik datar maupun penderita tengadah maksimal, dan palpasi teraba lebih besar dari ruas terakhir ibu jari penderita.
3.      Grade IB
Kelenjar Gondok dengan inspeksi datar tidak terlihat, tetapi terlihat dengan tengadah maksimal dan dengan palpasi teraba lebih besar dari Grade IA.

4.      Grade II
Kelenjar Gondok dengan inspeksi terlihat dalam posisi datar dan dengan palpasi teraba lebih besar dari Grade IB.
5.      Grade III
Kelenjar Gondok cukup besar, dapat terlihat pada jarak 6 meter atau lebih.

2.4.Macam-macam Gangguan Akibat GAKY
1.      Pada Fetus
-         Abortus
-         Steel Birth
-         Kelainan Kematian Perinatal
-         Kretin Neuroligi
-         Kretin Myxedematosa
-         Defek Psikomotor
2.      Pada Neonatal
-         Hipotiroid
-         Gondok Neonatal
3.      Pada  Anak dan Remaja
-         Juvenile Hipothyroidesm
-         Gondok Gangguan Fungsi Mental
-         Gangguan Perkembangan Fisik
-          Kretin Myxedematosa dan Neurologi
4.      Pada Dewasa
-         Gondok dan segala Komplikasinya
-         Hipotiroid
-         Gangguan Fungsi Mental

2.5.Dosis Pemberian Kapsul Yodium
1.      Anak SD (daerah endemik berat) : 1 kapsul/tahun
2.      Daerah endemik sedang dan berat :
- Wanita Usia Subur Wus        : 2 Kapsul/tahun @ 200 mg
-  Ibu hamil                              : 1 Kapsul /tahun
-  Ibu Menuyusui                     : 1 Kapsul selama menyusui
                Mengingat dalam garam beryodium terdapat unsure natriun, maka konsumsi garam beryodium harus dibatasi.Kelebihan mengkonsumsi natrium dapat memicu timbulnya Stroke yaitu pecahnya pembuluh darah pada otak yang dapat  menyebabkan kematian. 
               
2.6. Kebutuhan Yodium
1.      Dewasa 150 mikrogram/hari
2.      Ibu hamil 175 mikrogram/hari
3.      Ibu menyusui 200 mikrogram/hari




BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Dampak GAKY
3.1.1. Terhadap Pertumbuhan
-         Pertumbuhan yang tidak normal.
-         Pada keadaan yang parah terjadi kretinisme
-         Keterlambatan perkembangan jiwa dan kecerdasan
-         Tingkat kecerdasan yang rendah
-         Mulut menganga dan lidah tampak dari luar

3.1.2. Kelangsungan Hidup
         Waniata hamil didaerah Endemik GAKY akan mengalami berbagai         gangguan kehamilan antara lain :
-         Abortus
-         Bayi Lahir mati
-         Hipothryroid pada Neonatal

3.1.3. Perkembangan Itelegensia
-          Setiap penderita Gondok akan mengalami defisit IQ Point sebesar 5 Point dibawah normal
-          Setiap Penderita Kretinisme akan mengalami defisit sebesar 50 Point dibawah normal.
Terjadinya defisit IQ Point pada gilirannya akan berdampak pada program wajib belajar 9 tahun, karena banyak anak usia sekolah yang tidak dapat mengikuti pelajaran dan mengalami drop out.

3.1.4. Pertumbuhan Sosial
Dampak social yang ditimbulkan oleh GAKY berupa terjadinya gangguan perkembangan mental, lamban berpikir, kurang bergairah sehingga orang semacam ini sulit dididik dan di motivasi.

3.1.5. Perkembangan Eokonomi
Gaky akan mengalami gangguan metabolisme sehingga badannya akan merasa dingin dan lesu sehingga akan berakibatnya rendahnya produktivitas kerja, yang akan mempengaruhi hasil pendapatan keluarga.

3.2. Permasalahan
1.            Masih rendahnya kesadaran mayrakat untuk menggunkan garam beryodium
2.            Masih rendahnya pengetahuan masyarakat akan mamfaat garam beryodium
3.            Garam Non Yodium masih banyak beredar ditengah masyarakat.
4.            Adanya perbedaan harga yang relatif besar antara garam yang beryodium dengan garam non yodium.
5.            Pengawasan mutu garam yodium belum dilaksanakan secara menyeluruh dan terus menerus serta belum adanya sangsi tegas bagi produksi garam non yodium.
6.            Pendistribusian garam beryidium masih belum merata terutama untuk daerah-daerah terpencil.
  
3.3. Pemecahan Masalah
1.            Peningkatan penyulahan tentang mamfaat garam beryodium di masyarakat.
2.            Adanya pengawasan mutu terhadap produksi garam beryodium oleh instansi terkait.
3.            Meningkatkan kerjasama lintas sektoral tentang perlunya penggunaan garam beryodium dalam rumah tangga.
4.            Pemberitahuan kepada masyarakat oleh petugas kesehatan tentang cara pengolahan makanan yang mengandung yodium.
5.            Pendristribusian garam-garam beryodium ke daerah terpencil secara merata  oleh instansi terkait dalam hal ini dinas perindustrian.
6.            Melakukan pelacakan kasus dan survey desa bermasalah secara cepat jika ditemukan kasus Gondok.


3.4. Penanggulangan
1.            Memberikan kapsul Yodium bagi ibu hamil terutama daerah endemik gondok.
2.            Penyuluhan tentang Yodium secara kontinue.
3.            Kerjasama Lintas sektoral tentang pembagian garam yodium secara gratis di daerah endmik gondok.
4.            Peningkatan konsumsi bahan pangan yang mengandung yodium seperti sayuran dan ikan laut.
5.            Cek up secara teratur bagi penderita gondok jika mempunyai per masalahan dengan pembesaran kelenjar tiroid.
6.            Pemberian suntikan larutan minyak beryodium kepada penderita kekurangan yodium.



BAB IV
PENUTUP

4.1  Kesimpulan
1.      GAKY merupakan masalah gizi yang sangat serius, karena dapat menyebabkan berbagai penyakit gangguan seperti Gondok, kreatinisme dan keterlambatan pertumbuhan dan kecerdasan.
2.      Dampak GAKY terhadap permasalahan di lingkungan masyarakat :
o   Pengaruh GAKY terdapap Kelangsungan Hidup.
o   Pengaruh GAKY terhadap Perkembangan Intelegensia.
o   Pengaruh GAKY terhadap Perkembangan Sosial.
o   Pengaruh GAKY terhadap Perkembangan Ekonomi
3.      Dosis pemberian yodium adalah sebagai berikut :
a.       Anak SD (daerah Endemik Berat) : 1 kapsul/tahun
b.      Daerah endemik   Sedang dan Berat : 
-         Wanita Usia Subur (WUS) : 2 kapsul/tahun @ 200 mg
-         Ibu Hamil : 1 kapsul/tahun
-         Ibu Menyusui : 1 kapsul/tahun
4.      Penaggulangan yang paling baik untuk gangguan akibat kekurangan yodium adalah dengan pencegahan, salah satunya dengan penyebaran informasi tentang pentingnya mengkonsumsi garam beryodium, pemberian kapsul pertahun pada masyarakat yang terkena penyakit Gondok
5.      Kebutuhan Yodium orang dewasa diperkirakan 150 mikrogram/hari, bagi wanita hamil sekitar 75 mikrogram/ hari dan kebutuhan Yodium bagi ibu menyusui mencapai 200 mikrogram/hari.         
4.2. Saran
1.      Diharapkan adanya peran serta aktif masyarakat dalam menggunakan garam yodium.
2.      Diharapkan adanya penyebaran informasi tentang pentingnya garam beryodium oleh tenaga kesehatan kapada masyarakat.
3.      Peran aktif mahasiswa dalam pelaksanaan program yodiumnisasi
DAFTAR PUSTAKA

Notoatmodjo Soekidjo,Prof.Dr, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta,Jakarta 1996
Lisdiana, Ir, Waspada Terhadap Kelebihan dan Kekurangan Gizi, Trubus Agriwidaya, Bandar Lampung 1998
Sr.Alfonsine C.B, B.Sc, Pengantar Ilmu Gizi, Intan, Jakarta 1984
DEPKES RI,Gangguan Akibat Kekurangan Yodium, Jakarta 1996
Lisdiana, Ir, Waspada Terhadap Kelebihan dan Kekurangan Gizi, Trubus Agriwidaya, Bandar Lampung 1998
Nyoman I Dewa  dkk, Penilaian Status Gizi,EGC Jakarta 2002.

Senin, 07 Agustus 2017

pertanian, rancob



I. Pendahuluan

A.      Latar belakang
Percobaan merupakan serangkaian kegiatan dimana setiap tahapan dalam rangkaian benar-benar terdefenisikan, dilakukan untuk menemukan jawaban tentang permasahan yang di teliti melalui pengujian hipotesis.pola atau tindakan cara penerapan tindakan-tindakan (perlakuan atau non-perlakuan) dalam suatu percobaan atau kondisi atau lingkungan tertentu kemudian menjadi dasar penataan dan metode analisis ststistik terhadap data hasilnya disebut rancangan percobaan. (Expremental Design)                       
Perancangan percobaan merupakan metode analisis yang sistematis dan teranarah sehingga akan menghasilkan percobaan yang tidak biasa. Tujuannya adalah untuk memprediksi agar masing-masing kelompok yang diberi perlakuan dapat dilihat perbedaanya dengan jelas. Rangan percobaan biasanya dilakukan pada penelitian model ekspremen dalam berbagai design.
Design ekspremen merupakan langkah-langkah lengkap yang perluh di ambil jauh sebelum ekspremen dilakukan agar supaya data yang semestinya diperluhkan dapat di peroleh sehingga akan membawa kepada analisis objektif dan kesimpulan yang berlaku untuk persoalan yang sedang di bahas.


B.     Tujuan prektikum
1.Untuk mengetahui teknik pengambilan sampel berikutmanfaatnya dalam  suatu penelitian
2.Untuk mempelajari dan mengetahui teknik penggunaan kalkulator dalam menyelesaika data statistik
3.Mampu memahami teknik random dalam rancangan percobaan
lengkapnya Dowonload : disini



















ASEAN



ASEAN
( The Association of South East Asia Nations ) Merupakan organisasi regional yang mewadahi kerjasama bangsa-bangsa di Asia Tenggara dalam berbagai bidang kehidupan. ASEAN didirikan berdasarkan Deklarasi Bangkok yang dicetuskan pada tanggal 8 Agustus 1967. Deklarasi Bangkok ditandatangani oleh lima orang utusan, yaitu:
  1. Adam Malik, Menlu Indonesia.
  2. Tun Abdul Razak, Wakil Perdana Menteri Malaysia.
  3. Sinatambi Rajaratman, Menlu Singapura.
  4. Narsico Ramos, Menlu Pilipinan.
  5. Thanat Khoman, Menlu Muangthai.
Faktor-faktor yang mendorong terbentuknya ASEAN adalah karena adanya persamaan dalam beberapa hal, seperti:
  • Persamaan letak geografis di Asia Tenggara,
  • Persamaan budaya, yaitu budaya Melayu Austronesia.
  • Persamaan nasib sebagai bangsa-bangsa yang pernah dijajah bangsa asing.
  • Persamaan kepentingan untuk menjalin hubungan dan kerjasama di bidang ekonomi, sosial, dan kebudayaan.
Tujuan ASEAN sebagai organisasi regional adalah sebagai berikut:
  1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan kebuayaan melalui usaha usaha bersama berdasarkan semangat kebersamaan, persekutuan, dan hidup damai di kalangan bangsa-bangsa di Asia Tenggara.
  2. Memajukan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan saling menghormati keadilan dan tata tertib hukum dalam hubungan antar negara di Asia Tenggara, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip Piagam PBB.
  3. Meningkatkan kerjasama secara aktif dan saling membantu dalam hal-hal yang menjadi kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, kebudayaam, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.
  4. Memberikan bantuan satu sama lain dalam fasilitas-fasilitas latihan dan penelitian di sektor-sektor pendidikan, profesi, teknik, dan administrasi.
  5. Bekerja sama secara efektif dalam memanfaatkan potensi pertanian dan industri, perluasan perdagangan (termasuk studi tentang masalah-masalah perdagangan internasional), perbaikan fasilitas-fasilitas komunikasi, serta dalam memajukan taraf hidup rakyat di masing-masing negara.
  6. Meningkatkan studi mengenai Asia Tenggara.
  7. Bekerja sama secara erat dan saling menguntungkan dengan organisasi internasional dan regional yang memiliki maksud dan tujuan yang sama, serta berusaha mempererat kerjasama antar negara-negara ASEAN.
ASEAN merupakan organisasi regional Asia Tenggara yang bekerja sama dalam bidang ekonomi, politik dan kebudayaan. Kerja sama ASEAN didasarkan pada asas:
  • saling menghormati kemerdekaan, kedaulatan, persamaan dari semua anggota;
  • mengakui hak setiap bangsa untuk hidup bebas dari campur tangan pihak luar;
  • tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing anggota; dan
  • menyelesaikan perselisihan secara damai.
Organisasi ASEAN
ASEAN mempunyai alat perlengkapan atau organisasi sebagai berikut:

1.  Sekretariat ASEAN
sekretariat tetap ASEAN diputuskan berkedudukan di Jakarta. Sekretariat ASEAN diketuai oleh Sekretaris Jenderal yang diangkat secara bergilir dari negara anggota untuk masa jabatan dua tahun dan dapat diperpanjang menjadi tiga tahun. Tugas-tugas Sekretariat ASEAN antara lain sebagai berikut.
  • Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas yang ditetapkan oleh sidang tahunan Menteri Luar Negeri, dan sidang Menteri Ekonomi.
  • Menyelenggarakan, memperlancar dan memonitor kemajuan pelaksanaan kegiatan ASEAN.
  • Bertindak sebagai badan administratif pusat untuk membantu peningkatan pelaksanaan secara efektif proyek-proyek dan kegiatan ASEAN.
  • Sebagai jalur komunikasi resmi antara ASEAN dan organisasi regional/internasional, pemerintah-pemerintah dan lembaga-lembaga yang menjalin relasi dengan ASEAN.
2.   Summit Meeting. 
Summit Meeting merupakan sidang para kepala negara atau kepala pemerintahan. Sidang ini merupakan kekuasaan tertinggi di dalam ASEAN. Pertemuan para  kepala negara atau pemerintahan diadakan apabila dianggap perlu untuk memberikan pengarahan-pengarahan pada ASEAN.

3.  Annual Ministerial Meeting. 
Annual Ministerial Meeting merupakan sidang tahunan Menteri Luar Negeri ASEAN. Sidang ini bertanggung jawab dalam merumuskan garis kebijaksanaan dan koordinasi kegiatan-kegiatan ASEAN sesuai dengan Deklarasi Bangkok. Sidang tahunan Menlu ASEAN akan memeriksa implikasi-implikasi politik atas keputusan-keputusan ASEAN mengingat dalam semua kegiatan ASEAN selalu terdapat implikasi politik dan diplomatik.

4.   Sidang Menteri-Menteri Ekonomi. 
Sidang Para Menteri ekonomi ASEAN diselenggarakan 2 kali dalam 1 tahun. Sidang ini bertugas merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan dan koordinasi yang khusus menyangkut masalah-masalah kerja sama ASEAN di bidang ekonomi.

5.   Sidang Menteri Nonekonomi. 
Sidang Para Menteri Nonekonomi merumuskan kebijakan-kebijakan mengenai bidang mereka masing-masing. Misalnya pendidikan, kesehatan, sosial, kebudayaan, perburuhan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

6.   Standing Committee atau panitia tetap. 
Panitia ini bertugas membuat keputusan-keputusan dan menjalankan tugas-tugas perhimpunan di antara dua sidang tahunan Para Menteri Luar Negeri ASEAN.

Contoh Surat Pengunduran diri, resign

....................., 9 Februari 2017 Kepada, Yth,............................. Dengan Hormat Melalui surat ini saya selaku ka...